Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label curhat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 29 Oktober 2015

Semalam bersama mas kodin.

Hmmm, aku lihat kemarin malam penuh dengan bintang. Tidak seperti malam lain sebelumnya. Aku memandangi langit terus-menerus mendongak keatas. Aku melihat banyak sekali keindahan yang disembunyikan tuhan kalau aku hanya berada di ruang kotak penuh dengan sekat. Mataku serasa segar kembali.
Adzan isya, aku tidak segera pulang dari diamku. Diriku justru dituntun oleh entah siapapun menuju rumah pak RT yang baru saja ditunjuk. Aku lebih sering manggil dia mas kodin dari nama aslinya ialah fachrudin.
"Yak, sholat rung?" Dalam bahasa jawa sehari-hari ia menyapaku. Lalu, aku malah disuruh duduk di teras rumahnya. Hawa berubah sangat sejuk, angin semilir bertubi-tubi menerpa kami.
"Kasihan-kasihan, kamu ini hlo yak. Sholat itu kebutuhanmu." Hmmm, memang aku telah menjawab pertanyaannya dengan kata 'belum'. Lalu malam berubah seolah cerah dalam diriku.
Sebuah premis pembuka yang simple dilanjutkan dengan diskusi seru tentang hidup. Bahwa hidup itu tidak boleh disiasiakan. Berkarya sesuai dengan kemampuan. "Yak, kowe kui anak barep kudu setrong, nyambut gawe sing cerdas, banting tulang sing keras. Kasihan orang tuamu. Lihat juga adikmu yang masih kecil." Hatiku trenyuh, hampir menangis tapi tertahan oleh heningnya malam.
"Yak berjuanglah! Mumpung masih muda. Jangan sia-siakan." Dia berkata dengan membara. Mulutku terus terkunci tapi nafasku tak beraturan menandakan ada yang salah pada diriku. Seketika aku menyesal luar biasa saat dia menyampaikan tentang hadist yang berbunyi, "Gunakan masa mudamu sebelum masa tuamu. Gunakan masa sehatmu sebelum masa sakitmu. Gunakan masa luangmu sebelum masa sempitmu." Dari situ aku paham ternyata banyak hal yang harus aku lakukan dan aku tidak boleh menyia-nyiakan waktuku.
Angin pun menjadi tenang, aku pun kembali. Terima kasih mas kodin.

Ditulis oleh: Tambara Boyack, 20 tahun.
Ditulis sebulan yang lalu setelah ada pos rekrutmen karyawan dari kantorku sekarang.

Rabu, 28 Oktober 2015

Bertemu dengan ibu Jannah, kepala sekolah Mts At Taqwa Bekasi.

      Kemarin adalah hari sumpah pemuda, hari bagi kaum pemuda untuk bangkit dan berkarya namun hanya sedikit yang melakukannya. Aku, masih menjalani tugas di sebuah kota bernama bekasi. Menjalani tugas dari dinas ke dinas untuk menawarkan berbagai macam buku teks untuk kebutuhan sekolah. Yap, motto perusahaan yang aku tempati adalah "Bersama kami turut mencerdaskan bangsa" aku tidak hanya akan meraih keuntungan tapi niatku adalah bekerja untuk mencerdaskan anak-anak di Indonesia terutama di bekasi. Semoga Allah memberkati.
       Tidak tahu kenapa, pada sebuah presentasi aku bertemu seorang kepala sekolah cukup anggun dari gestur tubuhnya. Tidak seperti kepala sekolah yang sebelumnya aku temui. Ia bernama ibu Jannah, masih 40an tahun. Lulusan UIN Jogja. Banyak ngobrol tentang hidup kita masing-masing dan ternyata kita mempunyai kesukaan yang sama. Novel dan Psikologi. Menyukai penulis yang sama Dee lestari. Dan ketika ngobrol sangat luwes sekali. Dia berkeluh kesah tentang kota bekasi, kota yang dianggap besar dengan mindset kurang. Kurang dalam artian belum kekinian, walau secara fisik berkembang sangat cepat sebagai penyangga ibukota. Jakarta telah mengerek kota bekasi menjadi kota penyangga yang maju. Disayangkan pola pikir di kehidupan masyarakat masih kurang aktif dan cenderung masih mengikuti arus. Dia perbandingkan saja dengan kota jogja dan kota solo. Walau secara fisik masih belum banyak bangunan modern tapi secara mindset beliau mengakui bahwa 2 kota tersebut adalah kota yang sangat maju. Maju dalam kreatifitas, daya saing, sumber daya manusia dan kebudayaan. Beliau juga tidak heran jika indonesia selalu dipimpin oleh keturunan Jawa. Memang sih, orang Jawa yang dikatakan aneh dan sebagainya bahkan menjadi bahan olok-olokan warga disini yang katanya orang kota mempunyai watak halus, berbudi pekerti tinggi dan pastinya mempunyai kematangan dalam berpikir. Berpikir secara halus dan tidak kemrungsung. Seharusnya disini juga bisa melakukannya. Dan perjuangan ibu Jannah sangat keras untuk mengubah pola pikir anak bekasi. Kenapa anak-anak didik beliau? Beliau berpikir bahwa kalau bukan anak muda, siapa lagi yang akan mengubah bangsa? Orang tua hanya sekedar pemberi motivasi dan berjuang terus menerus agar semua anak indonesia bisa menjadi anak-anak yang baik. Contoh negara Finlandia dan singapura, walau secara moral minus tapi kreatifitas mereka luar biasa. Budaya saling mengerti sangat kentara walau hanya dengan kedipan mata tanpa saling bicara. Di indonesia? Banyak bicara kurang aksinya. Semua bacaan, tontonan sangat mempengaruhi pola pikir masyarakat. Kenapa China dan Korea utara bisa mengatur jaringan internet mereka sendiri? Bisakah indonesia melakukannya? "Itu tugas kamu dik Boyak!!! Ubahlah pola pikir bangsamu melalui karyamu." Beliau berkata seperti itu berapi-api dengan self defense yang luar biasa hati-hati jika aku lihat dari bahasa tubuhnya.
      Sebagai kepala sekolah, beliau juga sangat konsern kepada anak muda. Bahkan beliau membaca majalah Hai. Aku sebagai salah satu penikmat majalah itu sangat terkejut. Obrolan kita pun beralih ke buku. "Kenapa adik mau kerja di bidang penerbitan sedangkan adik dari keluarga seniman jawa yang kentara dan menyukai dunia psikologi?" Beliau bertanya dan hanya saya jawab, "Mau bikin novel bu." Yap, dari situlah ketahuan bahwa kita menyukai jenis tulisan yang sama bergenre Pop dan fiksi ilmiah. Menyukai penulis yang sama Dewi lestari. Dan sama-sama mempunyai id kompasiana. Seperti daun yang sedang bergesekan. Pikiran kami seperti terkoneksi walau hanya beberapa jam yang lalu kenal. Aku ceritakan saja semua proyek menulisku kepada beliau dan beliau titip pesan "Di novelmu nanti, sisipkanlah hal-hal positif yang bisa mengubah bangsa. Mengubah pola pikir anak muda dan satu lagi dik, hidup tidak cuma mampir minum tapi berkaryalah."
      Hingga waktu dzuhur yang akhirnya membuat aku harus berkesudahan. Terima kasih ibu atas tukar pikirannya. Sangat menyenangkan jika menemukan orang yang satu pemikiran, dianggap aneh tapi sebenarnya sangat bijaksana dalam menyikapi kehidupan kekinian. Semoga besuk tidak hanya sharing tapi kita bisa deal tentang proyek-proyek di sekolah ibu.
Ditulis oleh: Tambara Boyack, 28/10/11 pas hari sumpah pemuda.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Panjang Tangan

      Cukup jauh, iya lumayan jauh walau tidak sejauh jika aku berada di bulan dan kamu masih di bumi. Aku pergi bukan untuk meninggalkanmu sendiri disitu. Kita masih seperti dulu, El. Mencintaimu adalah sebuah berkat tuhan begitu nikmat. Pantas saja aku selalu merindukanmu. Aku sangat beruntung bisa dengan kamu. Kamu menerimaku apa adanya, bukan sebaliknya. Kepalaku seolah membesar, hampir meledak. Pada setiap langkahku, aku selalu memikirkanmu. Tapi, mengeluh karena jauh darimu adalah sia-sia. Aku jauh demi kita juga, demi masa depan kita. Tidak hanya berjuang buat aku seorang, buat kamu juga sayang. Aku disini terus berdoa, agar kita bisa satu melestarikan umat kita. Hidup bersama lalu berkembang bersama.
      Istilah bahwa besar gajah dihadapan tidak nampak, tapi besar semut nan jauh disana nyata terlihat benar adanya. Disini banyak yang cantik, tapi siapa yang bisa ngalahin kamu? Jawabannya tidak ada. Sejauh kakiku melangkah, kamu tetap berada dalam dekapku.
      El, aku tidak tahu batas kerinduan ini seperti apa. Tapi temenku pernah bilang bahwa rindu itu tak berbatas. Suatu saat aku pasti menjemputmu dengan indah. Pada sebuah batas dimana kita bisa mencurahkan semua yang terpendam pada diri kita untuk dijadikan satu. Andai aku panjang tangan, akan kupeluk erat dirimu sekarang.

Oleh: Tambara Boyak, 20 thn.

Selasa, 08 September 2015

Aku merindukanmu, sha.

Sekitar sepuluh tahun yang lalu, ketika aku masih jadi ingusan. Mungkin aku pernah mengisahkan cinta pertamaku kepada seorang anak ingusan beda sekolah tapi satu lingkungan. Ya, kisah itu terjadi ketika aku belum mengerti tentang apa itu yang namanya cinta. Kini, aku sadar bahwa cinta sejati adalah cinta apa adanya seperti kala itu.
Aku melihatmu di sudut berlainan ketika kamu sedang bermain lompat tali dengan teman lainnya. Rambutmu dikepang menyerupai ekor kuda dan kamu lincah lompat sana-sini. Kalo mengingat kisah itu, aku ingin menjadi kecil kembali.
Lalu, kamu dulu adalah orang yang pertama kali memberiku selamat ketika aku menjuarai sebuah lomba antar siswa sd. Kamu tersenyum kepadaku, memperlihatkan barisan gigi susu bergingsul kepadaku sesaat setelah pengumuman itu. Kamu mendekatiku lalu berkata, "Hebat!" Dan seketika tubuhku mengecil saat ini lalu mencari-cari dimanakah dirimu berada?
Ingat gak, momen lucu ketika kita kagok satu sama lain? Waktu itu pendaftaran siswa smp. Kedua ayah kita ngobrol dan aku dipangku ayahku terus kamu ada disamping ayahmu lalu kamu hanya menertawaiku yang tidak bisa apa-apa diatas pangkuan ayahku. Dan mungkin itulah saat terakhir kita saling bertatapan karena pada akhirnya kamu tidak diterima.
Momen ini memang terjadi 10 tahun yang lalu tepatnya. Dan kini, aku menemukanmu telah sangat berubah. Kamu telah mempunyai kehidupan baru. Memang kita tidak pernah membuat kesepakatan apapun, tapi bersamamu suatu hari nanti mungkin terlalu muluk bagiku. Aku kini bukan seorang hebat seperti yang pernah kamu katakan dulu. Dan, ketika seorang teman menyanyikan lagu dari m2m yang berjudul the day you went away aku kembali mengingatmu. Apa kabarmu sa? Aku rindu.

Kamis, 20 Agustus 2015

Cerita diantara kita

Pas aku nulis tulisan ini aku juga lagi dengerin lagu dengan judul yang sama dari sebuah band bernama midnight quickie. Aku jadi terbayang kembali bagaimana aku dulu pernah punya cerita indah bersama seseorang. Dia sekarang dimana ya?
Tapi pada lagu ini, inti ceritanya kita harus bisa melupakan cerita diantara kita. Tapi jujur, aku sangat tidak bisa melupakanmu. Berbagai kenangan yang kita lewati tidak semestinya dilupakan. Semua kenangan memang harus tersimpan rapi sebagai bagian dari jalan hidup kita.
Ingatkah? Bahwa dulu kita sama-sama suka dengan bunga tulip? Dan aku harus menggambar bertumpuk-tumpuk bunga tulip buat kamu, membuat origami bunga tulip buat kamu yang begitu sulit. Masihkah semua itu kau simpan?
Kita dulu saling menyayangi, hingga suatu saat aku harus inap di sebuah klinik kau jauh-jauh dari rumahmu dibalik gunung itu buat ngebawain aku sebuah rasa cinta? Kita hanya terhalang oleh satu penghalang besar dan signifikan. Aku seorang muslim walau tidak terlalu taat dan kau seorang non. Aku tahu ini adalah satu jurang perbedaan yang menakutkan. Aku takut bahwa kita tidak bisa bersama dan akhirnya itu terjadi. Kita berkesudahan untuk menggapai angan kita dan akhirnya aku hancur. Kelemahanku pada patah hati, kelemahanku yang membuat aku berantakan. Kamu tahu ga? Bahwa aku masih mengharapkanmu. Tapi melompati jurang mempunyai resiko terjatuh lalu mati. Aku tidak rela mati muda, karena mati muda berarti aku tidak bisa melihatmu. Dengan jarak sekian, aku lebih memilih mengamatimu dan melihatmu bahagia. Masih melihatmu dalam keadaan sempurna membuat aku juga berbahagia.
Kini, aku belum mau untuk mengubah hatiku.

Oleh: Tambara Boyack, 20 tahun.

Minggu, 16 Agustus 2015

Merdeka

Aku pikir hidup adalah sebuah proses berulang yang tiada hentinya sampai maut memutuskan lingkaran perjalanan hidup.Tiada seorangpun dapat memperkirakan apa yang akan terjadi pada esok. Seperti sebuah puzzle, aku berusaha untuk menyatukan potongan-potongan gambar hingga menjadi gambar yang utuh. Tak jarang aku mengalami kesulitan, tak kutemukan potongan yang sesuai dengan yang sudah sempat ku rangkai. Tak jarang aku lelah dan ingin mengakhiri permainan.

 

Hidup.....aku tak pernah menemukan arti sebenarnya. Mungkin dapat ku katakan hidup adalah perjalanan menuju kematian. Ketika aku percaya surga dan neraka ada maka perjalanan menuju kematianku penuh dengan pencarian apa yang disebut kebaikan-kebaikan dan pencitraan diri. Namun jika sekali waktu aku tak mempercayainya, maka aku berjalan sesuka hatiku, menunggu sampai ajal tiba.

 

Hidup...aku pikir ia hanya kiasan dari proses segala rasa dan pengalaman pahit manisnya cerita seseorang. Kala aku berharap bahagia maka aku tetap tak bahagia. Kala aku berharap kebaikan maka kejahatanlah yang menghampiri. Kala aku berharap kesenangan maka keburukanlah yang hadir. Kecewa, senang, terluka, damai, cinta, kemarahan, dan sebagainya adalah ekspresi yang tidak pernah kenal usia. Mereka dapat tercipta atau terkubur semua tergantung bagaimana penggeraknya mengendalikan. Tapi begini kata orang, "NASIB!"......"BEGINILAH HIDUP"...."AH MANA BISA BERUBAH"...

 

Aku setidaknya merasa bahwa hidup harusnya aku kendalikan bukan aku dikendalikan oleh hidup. Bahagia adalah ketika aku merasa bahagia bukan karena apa atau siapa di sekelilingku. MERDEKA!!! aku ingin berteriak pada dunia "MERDEKA!"....

 

Ku pikir hidup terindah bagiku adalah hidup di dalam kemerdekaan. Aku mencari tiap potongan gambar dan berjuang untuk merangkainya menjadi satu gambar yang utuh. aku menikmati setiap jeda waktu, menikmati setiap ekpresi terhadap keadaan yang lahir, dan aku tetap punya semangat dan sukacita yang tidak pernah mati oleh semuanya. Kemerdekaan membuat aku bebas terbang, melihat dunia bukan dari kacamata perasaan dan pikiran saja, namun lebih dari semua itu jauh sampai aku mendapatkan rema apa sesungguhnya hidup dan bagaimana mencapai kemerdekaan.

 

aku memilih merdeka karena aku ingin hidup di dalam kemerdekaan...MERDEKA! 

Sabtu, 15 Agustus 2015

Terbangun dalam malam rindu

lagi dan lagi saya terbangun
malam dan setiap malam bukanlah waktu yang tepat bagi saya terlelap lama
satu, dua jam mungkin waktu bersama mimpi
hanya jika lelah sangat memeluk hingga tak bergerak saya terlelap lama

berselimut dengan semi kematian
mati, namun masih bernafas... mayat hidup
bergelut waktu menuju detik-detik nafas akhir
hingga saya terbangun, saya belum menjadi tubuh kaku yang terbujur dingin
saya pergi mencari tenang
berwudhu dan bersujud...

malam-Mu ini damai, saya semakin merindu-Mu
menanti ruh menghadap-Mu,
Engkau adalah Sang Maha Rindu, Yang Maha Mengetahui segala seluk beluk hati saya
Engkau adalah Sang Maha Cinta, menghanyutkan damai dalam sepoi angin yang menerpa saya
tanpa-Mu saya hanya ruh yang dibungkus kotoran dan menjadi mayat hidup

terkadang jiwa ini meraung-raung, entah tersesat atau apa dalam bingung
mendekap rasa perih sebagai karib, lalu lagi saya mencari-Mu dalam sujud
mengingat-Mu dan menjinakkan rasa sepi dalam teriakan hampa yang perih
menangis dan berlari pada-Mu, mencari ruang lalu lepaskan sesak yang menghantam keras
lalu apa saya tanpa-Mu?

merindu-Mu dan berarti saya merindu mati
jalan yang indah menuju-Mu
saya bersujud lama, mengucapkan indah do'a malam ini...

Jumat, 14 Agustus 2015

Kata, asa, kamu dan perpisahan kita.

Kamu pikir semua perpisahan yang sakit ini hanya mimpi buruk akibat lupa membaca doa sebelum tidur, yang ketika kamu terbangun, semuanya akan hilang dalam ingatan. Tapi ternyata tidak, ini masih sakit yang sama. Yang jelas terasa pada setiap kali kamu menghirup udara.
Pikirmu, mungkin seseorang di sana akan senang dengan perpisahan yang dimulainya. Dan karena sedikitpun kamu tidak pernah mendapat tempat dalam hatinya, tak mengapa jika ia bangun pagi, senyumanmu tak lagi ada. Tak ada gunanya. Tak ada bedanya. Tanpamu, Ia pasti akan baik-baik saja.
Tidak sama denganmu, sayang. Tidak akan pernah sama. Rasa yang kamu pelihara sendirian. Bertahan bertahun-tahun. Yang selama itu pula kamu pikir selalu ada harapan, dan pada akhirnya terpaksa harus kau bunuh dengan mengenaskan. Hanya kamu yang kehilangan.
Tak ada lagi kelanjutan cerita yang bisa kau ukir dalam bentuk tulisan, selain perpisahan dan kesedihan. Sebab ketika semesta meminta waktunya, kamu tidak akan mampu memaksa siapa-siapa. Terlebih pada suatu hal yang untuk dapat memiliki pun, kamu tidak pada takdirnya.
Pada pagi yang berpisah,
Mungkin melepas adalah satu-satunya pilihan untuk bertahan.
Semoga kamu bahagia.

Tahapan patah hati

Siapa sih, yang nggak pernah mengalami pahitnya patah hati? Rasanya sakit, seolah-olah dunia mau berakhir.

Tapi patah hati itu cuma satu fase dalam hidup yang bakal segera berlalu, kok. Kita pasti bisa melaluinya. Nggak percaya?

Patah hati itu persis trauma. Ada tahapan-tahapan yang bakal dilewati sebelum akhirnya kita merasa baik-baik saja. Simak uraian berikut, ya.

1. Tahap Penyangkalan

Bisa dibilang kamu masih shocked. Rasanya seperti baru kemarin kalian berpisah dan kamu nggak bisa percaya kalau kalian benar-benar sudah berakhir.

Rasanya benar-benar sulit untuk mempercayainya, apalagi menerimanya. Sekarang ini kamu bahkan nggak tahu harus melakukan apa.

2. Tahap Penyesuaian

Kalau saja ini trauma syndrome, sekarang kamu ada di tahap adjustment. Ini seperti kelanjutan tahap penyangkalan.

Akhirnya kamu menyadari kalau kalian benar-benar sudah putus. Kalian sudah nggak bersama lagi.Tapi, mungkin masih ada yang bisa kamu lakukan untuk mengembalikan keadaan seperti semula.

Kamu yakin sebenarnya dia masih sayang. Dan ini cuma kesalahpahaman, miskomunikasi. Kamu pikir pasti masih ada yang bisa kamu lakukan untuk mendapatkan dia kembali. Atau membuatnya menginginkan kamu kembali.

3. Tahap Kesadaran

Setelah melalui tahap 2 (dan mungkin melakukan segala yang kamu bisa untuk kembali kepadanya), akhirnya kamu menyadari satu hal. Tak ada lagi yang bisa kamu lakukan.

Semuanya benar-benar sudah berakhir. Itu adalah kenyataan yang terpaksa kamu terima. Dan menerima kenyataan itu sangat menyakitkan. Karena jauh di lubuk hatimu, kamu tidak ingin mengakuinya. Kamu masih sayang.

4. Tahap Marah

Kamu mengingatnya setiap hari, mengingat setiap momen pahit-manis bersamanya. Itu membuat kamu tersiksa, hingga kamu mulai membenci dia.

Kamu marah karena dia membuatmu merasa seperti ini. Kamu sedih dan terluka, tapi sekarang dia tidak akan datang untuk memeluk dan mengusap air matamu lagi.

Kamu bertanya-tanya, kenapa dia harus menyakiti kamu sampai seperti ini. Lalu kamu mulai mencari kekurangan dalam dirinya. Segala hal yang tidak kamu sukai darinya namun kamu coba untuk mentolerirnya selama ini.

5. Tahap Menyalahkan diri sendiri

Sudah menemukan sederet kekurangannya? Selamat. Kamu sudah mengubahnya dari pria sempurna yang kamu sayang menjadi pria biasa-biasa saja yang kebetulan membuatmu terbutakan.

Tapi sekarang kamu mulai menyalahkan diri sendiri. Kalau dia memang punya begitu banyak kekurangan, kenapa kamu bisa sampai jatuh cinta kepadanya? Kamu tahu suatu saat dia akan menyakiti kamu. Kamu sudah melihat tanda-tandanya sejak awal. Tapi kamu memilih untuk membutakan mata. Kenapa kamu begitu bodoh?

6. Tahap Penerimaan

Saat kamu sudah terlalu lelah untuk membenci dia dan menyalahkan diri sendiri, kamu akan sampai ke tahap ini. Ikhlas menerima(biasanya butuh waktu lama untuk sampai ke tahap ini).

Kamu sadar sepenuhnya kalau kalian memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Kamu akhirnya menyadari, baik kamu maupun dia sama-sama punya andil dalam perpisahan kalian. Kalian sama-sama tidak sempurna, sama-sama punya banyak kekurangan dan kesalahan.

Semua itu tidak mengubah kenyataan kalau kalian pernah saling menyayangi dan kamu sempat merasa bahagia bersamanya. Kamu akan menyimpan kenangan-kenangan itu dan memetik pelajaran darinya.

Dan kamu tahu sekarang sudah waktunya untuk move on. Sudah waktunya kamu menemukan cinta yang baru.

Kamis, 16 April 2015

Mimpi

Mimpi, menurut kalian apa itu? Mimpi banyak yang menganalogi mimpi dengan harapan. Mimpi adalah sebuah bayangan, mimpi itu tidak pasti. Dia hanya membayangi setiap jalan kita. Dia hanya menghalangi apa kehendajmk tuhan. Mimpi adalah angan yang terbangun sejak kecil, dia sangat indah begitu indah terbayangkan.
Kalian pasti pernah bermimpi? Aku pun mempunyai mimpi begitu indah. Aku bermimpi untuk menjadi sesuatu dan kini mimpi itu seakan sirna. Tepat pada hari ini aku begitu cengeng sebagai anak lelaki pertama dari kedua orangtua. Entah kenapa aku harus menulis tentang mimpi yang telah sirna, telah purna pada hari ini. Aku mencoba mencari dimana kesalahanku, aku gemas pada dunia ini. Kenapa mimpi yang kurajut begitu indah menjadi hancur tak bersisa lagi. Mimpi itu seakan menjadi partikel atom dan membuatnya terhempas lepas tanpa tahu dimana ia pergi.
Hmmm, mungkin mimpi itu bukan jalanku. Tuhan tahu apa yang terbaik bagi makhluk ciptaannya. Tolong kalo memang ada jalan lain segeralah dipertunjukkan. Aku lelah merajut jalan yang telah lalu. Dan kini aku akan hidup tanpa arah, aku anggap aku tidak pernah kalian.

Rabu, 15 April 2015

Kegalauan ketika paket quota internet habis.

Anjrit udah tanggal segini aja, ini adalah tanggal dimana aku menjadi manusia super bingung. Semua yang aku lakuin tuh salah gitu, anjrit pokoknya seharian penuh bakal "misuh-misuh" sebelum ni kuota keisi penuh lagi. Ya, kuota internet adalah hal pokok ngelebihin apapun, dan internet sudah seperti menjadi nyawa kesekian bagiku. Tanpa internet apalah arti diriku yang hanya tukang tulis di blog.
Dan ketika quota internet habis maka tingkat kegalauan akan memuncak melebihi ketika kalian ngirim chat tapi cuma dibaca doang. Dan kalian pasti pernah ngalamin hal seperti ini:

1. Lagi asyik chat tiba-tiba ada notif dari provider kalo kuota kalian udah hampir habis.
Ini dia tahap pertama kegalauan itu, seketika setelah ada sms langsung ngecek sebenernya berapa sih sisa kuota. Nah setelah tahu tinggal dikit baru deh gelagapan. Konflik mulai terjadi, dari dalam dan luar negeri hingga pasukan tentara harus disiagakan pada barisan terdepan sebagai pasukan pencari konter pulsa. Tapi masih santai kan ada sisa kuota.

2. Kuota habis dan internet terputus.
Asyik chatting dan set, habis sudah kuota dan kegalauan pun memuncak. Perasaan sedikit menyesal kenapa tadi pas masih sisa dikit malah masih santai-santai. Ini lebih nyesel ketika gebetan dah semakin deket eh ternyata ditikung sama temen sendiri. Butuh seorang valentino rossi untuk mengovertake itu gebetan lagi. Kuota habis juga menyebabkan hubungan kita dengan gebetan menjadi renggang dan bahkan ga mau bales chat kita lagi.

3. Ga nemu konter pulsa.
Pernah belum kalian sudah muterin seluruh penjuru kabupaten eh ga ada satupun konter pulsa yang buka. Ini gedeknya minta dicium sama de'e. Seharian, sudah panas terus ganti hujan, habis hujan ada badai masih aja ga nemu konter pulsa dan itu bikin galau sudah dititik nadir. Khawatir kan kalo-kalo pesaing kalian sudah berhasil ngegaet idaman. Untuk sementara wakti wifi adalah penyelamat, tapi ga mau kehilangan duit buat beli makanan mahal dengan porsi yang ga niat pake banget. Sama aja, mending nemuin konter sesegera mungkin.

4. Kuota udah full, kehidupan.
Akhirnya bisa internetan setelah kuota full, berkat mobile banking. Terus kenapa repot-repot nyari konter pulsa kalo ada e-banking? Ya lagi ga sadar aja, kebegoan terjadi karena kepanikan atas kegalauan yang sudah numplak. Bahagianya luar biasa, akhirnya bisa chat lagi dan adegan drama pun kembali hadir.
Kamu: "hai, maaf ya baru bisa bales tadi kuota abis."
gebetan: "gapapa aku ngerti kok."
Kamu: "kangen nih."
gebetan: "iya sama."
Kamu: "meet up yuk!"
gebetan: "boleh, tapi sama pacar baru aku ya."

Cok! Asu! Jingset! T! Langsung hape dibanting.

Minggu, 12 April 2015

Dulu aku juga pernah UN

Katanya besuk pada UN ya? Umm Dulu aku juga pernah ngalamin UN! 4 tahun yang lalu pas umurku masih 16 tahun, buset umur segitu dah mau lulus SMA aja.
Selain menjadi murid termuda, aku dulu juga menjadi murid paling aneh dan freak diantara siswa teknologi rekayasa sebuah sekolah vokasi negeri kota solo. Ranking 30 dari 33 siswa dan temen-temen tahu kalo aku ga niat sekolah!!! Wkkk 3 tahun sekolah disitu berangkat telat, suka colut, sering main futsal atau basket pas jam pelajaran, dan jadi musuh no.1 osis di sekolah gara-gara berani frontal ngatain anak osis di majalah sekolah padahal temen satu bangku adalah ketua osis!
Matematika, 2 hal yang paling sulit adalah alogaritma dan trigonometri hingga aku dapet les khusus 1 by 1 sama guru matematika waktu itu! Sepulang sekolah harus jadi siswa paling akhir pulang karena aku dianggap paling ketinggalan diantara yang lain, padahal mah ga niat aja. Untuk masalah yang lain  itu hal yang enteng apalagi buat pelajaran b. Inggris. Nah, pas UN itu aku dipaksa jadi server atau dalam strategi nyontek massal kami sebagai sumber jawaban padahal sekelas tahu kalo aku ranking 30 dari 33 siswa tapu akulah yang membuat sekolahku waktu itu juara sekota solo buat debat bahasa inggris ngalahin anak-anak michael dan regina pacis. Wkkkkk, bahkan buat pelajaran itu aku ga belajar sama sekali, pas UN aku cuma fokus di matematika aja. Buku-buku tebal ratusan halaman jadi makanan sehari-hari dengan bimbingan seorang guru super ndageli.
Hari penentuan tiba! 3 hari itu ga ada tegang sama sekali, apalagi pas ESQ sebelum UN, ga perlu lebay nangis-nangis segala karena aku tahu ujian sebenarnya adalah ujian setelah lulus sekolah. Yang penting aktif sharing sama guru-guru dan kuatkan kerjasama sesama peserta UN it's mean konco sak kelas.
UN malah cenderung monoton buat aku, sebelum bel setengah waktu aku sudah tertidur lelap diatas meja tanpa ada yang ganggu termasuk pengawas, asikin aja orang capek juga belajar matematika. Pas b. Inggris karena aku menjadi otaknya terpaksa tidurnya cuma sebentar yang penting seluruh kelas terlayani. Dengan strategi santai seperti itulah aku bisa sukses ujian.
sebulan kemudian, hasil sudah keluar dan bangggg!!! Semuanya terkejut karena nilaiku cukup mentereng, masuk 3 besar sejurusan!!! Dengan rata-rata 9.25 bhahaha..... padahal di sekolahku dulu angkatan 2011 itu ada 650an siswa dari total 2200an siswa yang ada disekolah dan di jurusanku ada sekitar 150an siswa. Ya bangga sih bisa segitu mengejutkan, bahaha... buat overall kelasku menjadi yang terbaik dari 17 kelas dan aku masuk peringkat 21 dari 650an siswa. Kebanyakan yang mendominasi 20 besar adalah anak IT, maklumlah otak mereka encer banget!!!
Jadi, UN tuh santai aja gausah dipikirin tapi dilakuin aja. Yang penting dalam UN setelah menguasai semua bidang adalah ketenangan.
ingat UN bukan akhir tapi awal kalian menuju masa depan, UN kalian bagus ketrima di Universitas yang bagus, semoga ya.
Terakhir ya, buat adik-adik yang menghadapi UN semangat! Jangan cengeng dan sambat.

Salam dari planet pluto....